Sabtu, 14 Mei 2011

Sistem Bilangan dalam Komputer - SMA Unggulan CT Foundation

Hai... Kali ini artikel saya membahas tentang Bahasa jenis apa sich yang dapat di detiksi atau di baca oleh komputer... Mari ikuti terus...!!!


Jenis – jenis Bilangan
Bahasa yang dapat di baca atau di detiksi oleh komputer ialah berupa Bilangan. Menurut ilmu yang saya dapatkan ada Bilangan itu tersendiri terbagi menjadi 4 macam, yaitu:
_ Bilangan Biner
Bilangan Biner yaitu bilangan yang hanya terdiri dari Dua (2) buah digit angka yang dapat dibaca oleh komputer, yaitu: 0 dan 1. Jadi Bilangan Biner itu ialah bilangan yang hanya bertuliskan angka 0 dan 1 saja, selain angka itu tidak dapat dibaca oleh komputer.
_ Bilangan Desimal
Bilangan Desimal yaitu bilangan yang hanya terdiri dari Sepuluh (10) buah digit angka yang dapat dibaca oleh komputer, yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, ,7, 8, 9. Jadi Bilangan Desimal itu ialah bilangan yang hanya bertuliskan angka 0 sampai 9 saja, selain angka itu tidak dapat dibaca oleh komputer.
_ Bilangan Heksana
Bilangan Heksana yaitu bilangan yang hanya terdiri dari Enam Belas (16) buah digit angka yang dapat dibaca oleh komputer, yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E. Jadi Bilangan Heksana itu ialah bilangan yang hanya bertuliskan angka 0 sampai E saja, selain angka itu tidak dapat dibaca oleh komputer.
_ Bilangan Oktal
Bilangan Oktal  yaitu bilangan yang hanya terdiri dari Sembilan (9) buah digit angka yang dapat dibaca oleh komputer, yaitu: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, ,7, 8. Jadi Bilangan Oktal  itu ialah bilangan yang hanya bertuliskan angka 0 sampai 9 saja, selain angka itu tidak dapat dibaca oleh komputer.

Contoh – contoh dari
Pembahasan Diatas

_ Bilangan Desimal
Misalnya angka 29 itu Bilangan Desimalnya ialah tetap 29.
_ Bilangan Heksana
Misalkan angka 26 itu Bilangan Heksananya ialah: 1D.
_ Bilangan Oktal
Misalkan angka 27 itu Bilangan Oktalnya ialah: 33.
_ Bilangan Biner
Misalkan angka 29 itu Bilangan Binernya ialah: 11101.
Cara – cara
Mengubahnya


_ Bilangan Desimal ke Biner
Bilangan Desimal harus dibagi 2.
Contoh: 2910= ... 2
29/2= 14 sisa 1, hasil genapnya (bukan sisa) dibagi 2 lagi.
                        14/2= 7 sisa 0, hasil genapnya (bukan sisa) dibagi 2 lagi.
                        7/2= 3 sisa 1, hasil genapnya (bukan sisa) dibagi 2 lagi.
                        3/2= 1 sisa 1.
            Setelah itu, hasil 3/2 kan 1 sisa 1 jadi hasil dan sisanya digabungkan menjadi 11. Lalu sisa dari 7/2, 14/2, dan 29/2 digabungkan menjadi 101. Lalu gabungkan dan hasilnya akan menjadi 11101. Cukup mudah bukan???
            Ada lagi loch... selain dengan cara manual yaitu dengan menggunakan kalkulator Karce Kc-109.
Caranya: tekan digit yang diinginkan, mis 29, lalu tekan 2ndf Bin, maka akan muncul hasilnya dikalkolator 11101. Mudah bukan???

_ Bilangan Biner ke Desimal
Nilai Bilangan Biner harus dikalikan 2n, dimana n ialah jumlah digit Bilangan Biner dimulai dari angka nol.
Contoh: 111012= ... 10
          11101= 1*24 + 1*23 + 1*22 + 0*21 + 1*2 = 16 + 8 + 4 + 0 + 1 = 29
Cukup mudah bukan???
Ada lagi loch... selain dengan cara manual yaitu dengan menggunakan kalkulator Karce Kc-109.
Caranya: pertama tekan 2ndf lalu Bin, lalu ketik digit yang diinginkan, mis 11101, lalu tekan 2ndf Dec, maka akan muncul hasilnya dikalkolator 29. Mudah bukan???

                Bersambung dulu ya... di pertemuaan selanjutnya akan saya lanjutkan. Okay!!





Minggu, 08 Mei 2011

Bahasa Logika - SMA Unggulan CT Foundation

 Hai teman-teman berjumpa lagi dengan gue, masih ingat kan dengan gue??? Siswa SMA Unggulan CT Foundation yang ganteng itu loch... ha...ha...ha... kali ini gue ingin membagi-bagi ilmu lagi nich sama teman-teman seperti artikel yang sebelumnya, tentang Pengenalan Transistor. Kali ini artikel gue membahas tentang Bahasa Logika atau bisa juga disebut Bahasa Pemograman yang biasa digunakan oleh Programer yaitu Bahasa Boelan. Mari baca selengkapnya...

Teman-teman kenalkah kalian dengan ilmuwan Inggris yang bernama George Boole??? Yah dia adalah ilmuawan yang berasal dari Inggris. Dia asalah seorang ahli aritmatika yang berasal dari negaranya. Dia adalah salah satu ilmuwan yang tergolong Otodidak. Dia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya, tetapi dia adalah seorang Profesor Matematika dan pada tahun 1854 ia menerbitkan aljabar temuaannya. Aljabar temuaannya ini adalah merupakan suatu cara untuk manggabunggkan simbol-simbol yang menyatakan aturan-aturan yang rumit dan dapt di tulis dengan jelas bahkan disederhanakan. Dalam bahasa pemograman, bahasa ini menyatakan True atau False. Inilah yang dikemukakan atau ditemukan dia pada zamannya, mari dibaca...

Bahasa Logika
Pengoperasian dasar Boole adalah Dan (     ), Atau (      ) dan Bukan (       ). Ini dapat dilakukan secara elektronis oleh gerbang logika. Setiap gerbang mempunyai simbol khusus dalam menggambarkan diagram yang menunjukkan bagaimana gerbang harus disambungkan bersama. Beberapa gerbang Boole memberikan aturan yang mereka ikuti, seperti:


Aljabar Boole dapat digunakan untuk menulis aturan-aturan, yang akan dipatuhi oleh gerbang logika yang dihubungkan bersama untuk memberi ungkapan Boole yang sama. Peranti peringatan sabuk pengaman mobil. Mungkin memenuhi aturan “ jika ada beban disabuk pengaman dan tidak dikencangkan, lampu peringatan akan berkedip “, atau yang lebih sederhana “ lampu = beban DAN BUKAN kencangkan “. Aljabar Boole inilah yang memberikan kemungkina pernyataan yang sama L = W      F untuk diubah ke L = W      F, seperti dinyatakan lampu haarus tetap mati kalau ada beban atau sabuk dikencangkan.
Sirkuit sabuk pengaman dapat berbentuk seperti ini:


Atau menggunakan perangkat pintu yang berbeda menjadi seperti ini:


Nah teman-teman hanya itulah ilmu yang gue ketahui tentang Bahasa Logika, apabila ada yang salah gue minta maaf dan tolong di kasih tau bagaimana yang sebetulnya, dan ingin tau yang lebih lanjut kunjungi saja situs ini: http//:www.dk.com , Trims...

By: Fathur Rahman