Cerpen ini menceritakan antara dua sahabat yang berpisah. Mereka yaitu Yudhy & Indra, mereka sama – sama tinggal di sebuah Yayasan.
* * * *
Dipagi yang masih berselimut kabut, aku terbangun dari tidur lelapku. Entah mimpi apa yang ku alami tadi malam, selepas shalat shubuh sahabat karibku menjumpaiku. Seperti dua insan yang melepas rindu, karena kami sudah lama tidak berkomunikasi.
Dia berkata kepadaku “ Yud aku kesini hanya untuk pamit kepadamu! “.
Dengan perasaan ingintau aku bertanya “ lho... Ndra emangnya kamu mau kemana? “.
Dia menjawabm “ Yud aku tidak betah lagi disini, aku ingin balik ke Tanggerang saja! “.
Aku bertanya dengan hati yang sedih “ Ndra... Kenapa kamu pergi Ndra??? Kenapa??? Apakah karena kita sudah lama tidak saling berkomunikasi??? “.
Dia menjawab dengan suara tebata – bata “ Bukan, aku pergi bukan karena persahabatan kita yang renggang, tapi... “.
“ Tapi apa Ndra...??? Kenapa kau pergi meninggalkan ku, Ndra...??? Kenapa...???
Sambil meneteskan air mata dia menjawab “ aku pergi karena aku capek di musuhi anak – anak sini”.
Ndra kenapa kamu gak cerita ke aku bahwa kamu punya masalah. Kenapa Ndra...??? Apakah kamu meragukan aku sebagai Sahabatmu...??? “.
“ Tidak aka tidak meragukan mu sebagai Sahabat ku, tapi... “.
“ Tapi... Tapi kenapa kamu gak cerita ke aku Ndra, kenapa...??? “
“ Memang aku yang salah, tidak mau menceritakan masalah ku ke kamu “.
“ Tidak, tidak ada yang bersalah diantara kita “.
“ Kamu memang Sahabat Sejatiku “.
“ Makasih atas pujian mu, jadi kau tetap ingin pergi meninggalkan ku...??? “.
“ Iya, tapi aku tidak akan pernah melupakan persahabatan kita yang indah selama ini “.
“ Ya sudahlah kalau itu memang keputusan mu, apa boleh buat ku harap kau tidak akan melupakan sahabat mu ini. Oh ya... ngomong – ngomong kapan kamu balik ke Tanggerang...??? “.
“ Insya Allah besok “.
“ Mudah – mudahan kamu mendapatkan sahabat yang lebih baik dari ku “.
“ Tidak ada yang bisa menggantikan posisi mu wahai Sahabat ku “. Sambil tersenyum dan memeluk ku.
* * * *
Ke esokan harinya...
Sambil meneteskan air mata dia berkata “ Yud, jagalah dirumu baik – baik, jangan buat masalah lagi disini ya Yud...!!! “.
“ Iya Ndra ku ingat pesan mu itu “. Jawab ku sambil meneteskan air mata juga.
Akhirnya dia pun pergi meninggalkan ku untuk selamanya. Dan tetesan air mata di antara kami tiadak terbendung lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar